Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Kerusakan Beton Dan Cara Memperbaikinya Dengan Tepat

Jenis ketusakan beton
Pada proyek konstruksi, beton merupakan bagian yang sangat penting. Dalam kondisi tertentu, beton mengalami beberapa kerusakan ringan sampai berbahaya untuk bangunan dan penghuninya. Kali ini, kita bahas beberapa jenis kerusakan beton dan cara memperbaikinya.

Penyebab Kerusakan Beton

Sebelum membahas cara memperbaiki kerusakan beton, ada baiknya bahas sedikit tentang penyebab kerusakan beton. Biar bisa dijadikan sebagai tindakan mencegah agar mengurangi resiko beton rusak saat melakukan pekerjaan dalam dunia konstruksi.

Perawatan Beton Kurang Maksimal
Pada saat selesai melakukan pengecoran,  perlu melakukan perawatan agar penguapan beton tidak terlalu tinggi. Caranya dengan melakukan curing. Baik dengan air maupun material curing beton.

Jika tidak dilakukan curing, penguapan beton menjadi terlalu tinggi sehingga menyebabkan beton mengalami retak dan penyusutan. 

Selain melakukan curing, dapat juga dilakukan cutting beton untuk mencegah retak beton. Sebaiknya lakukan cutting beton sebelum 24 jam setelah pengecoran.

Pemakaian Tidak Lazim
Saat beton baru selesai dikerjakan, tidak boleh ditempati dengan material yang berat. Beban yang berat akan menimbulkan keretakan karena belum mampu menahan beban.

Proses Pekerjaan
Selain penyebab beton retak di atas, proses pengerjaan juga mempengaruhi hasil. Beton bisa saja retak atau keropos karena kurang fibrator saat proses pengecoran. Sampah dan sisa material kerja juga sering menjadi penyebab beton mengalami kerusakan. Misalnya kotoran bekas gergaji yang terdapat dalam bekisting, keadaan seperti ini sering menjadi penyebab beton mengalami keropos.

Penambahan air saat proses pengecoran dapat menyebabkan beton retak karena air yang ditambahkan bisa mengurangi mutu beton. Apalagi jika penambahan air yang berlebihan, bisa membuat beton menjadi keropos. Semen akan terbawa keluar bekisting.

Jenis Kerusakan Beton DAN Cara Memperbaikinya

Pada poin sebelumnya sudah membahas beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan beton. Selanjutnya, kita bahas bagaimana cara memperbaikinya. Untuk mempermudah, kita bahas sesuai dengan jenis kerusakannya.

Beton Retak

Ada dua jenis retak beton yang akan kita bahas yaitu retak struktur dan retak pecah telor atau crazy crack. Dua jenis kerusakan beton yang berbeda, maka cara memperbaikinya juga berbeda.

Selain itu, kondisi beton retak juga dapat mengakibatkan masalah lain. Misalnya bagian yang mengalami retak menjadi bocor karena terhubung dengan air. Masalah beton retak bocor banyak terjadi pada area basement, ruang penampungan air dan bagian bangunan yang lainnya yang terhubung dengan air.

Retak Strukture Tanpa Bocor
Jenis kerusakan beton seperti ini sangat sering dianggap ringan bahkan tidak terlalu diperhatikan. Padahal sangat berbahaya jika terjadi pada area kolom penyangga bangunan. Retak struktur sering juga terjadi pada area dinding.

Jenis retak seperti ini sering diperhatikan jika terjadi pada area lantai. Karena sering terlihat, jadi sering diperhatikan. Padahal sama pentingnya untuk diperhatikan walaupun terjadi pada area yang jarang terlihat. Misalnya pada kolom atau dinding bangunan.

Jenis retak struktur jangan dianggap ringan karena retak seperti ini dapat mempengaruhi kekuatan sebuah bangunan. Apalagi jika terjadi pada area penyangga bangunan. Misalnya kolom atau balokan.

Solusi yang tepat untuk mengatasi retak struktur adalah dengan melakukan penyuntikan material epoxy khusus yang sudah dirancang untuk mengisi celah kosong beton sekaligus menjadi perekat. Penyuntikan material dengan metode seperti ini sering disebut dengan injeksi epoxy.

Tahapan ID sudah membahasnya dalam postingan yang berbeda. Silahkan baca melalui artikel berikut: Injeksi Epoxy

Beton Retak Bocor
Walau sama-sama retak, tapi berbeda kondisi dengan poin sebelumnya. Pada beton retak sekaligus bocor, sebaiknya diperbaiki dengan mengatasi kebocorannya. 

Injeksi polyurethane paling pas untuk memperbaiki beton retak bocor. Dengan karakter material yang halus bisa masuk ke dalam beton. Apalagi material ini mengembang sampai 1000 persen sehingga bisa mendorong air yang ada dalam retak beton sekaligus menghentikannya.

Injeksi polyurethane dapat dikerjakan dengan cepat karena nepel injeksi dirancang khusus sehingga langsung bisa melakukan penyuntikan setelah pemasangan nepel tanpa harus menunggu. Packer atau nepel injeksi PU menggunakan karet sebagai pengikat nepel dan beton.

Crazy Crack
Beton retak pecah telor atau crazy crack banyak terjadi pada lantai. Biasanya disebabkan oleh penguapan beton yang tinggi atau komposisi beton yang tidak tepat. Misalnya terlalu banyak air.

Apalagi saat proses pengecoran seringkali terjadi penambahan air untuk mempermudah penuangan beton. Kondisi seperti ini sering menjadi penyebab beton retak pecah telor.

Cara memperbaiki kerusakan beton seperti ini dapat dilakukan dengan mengaplikasikan epoxy lantai. Pilih polimer yang bisa meresap ke dalam beton. Selain merekatkan kembali beton, lapisan epoxy akan menutup semua jenis retakan yang terjadi. Tampilan akan menjadi lebih menarik dan banyak pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan desain bangunan.

BETON KEROPOS 

Beton keropos merupakan masalah yang sangat sering terjadi dalam dunia konstruksi. Beton keropos disebabkan kesalahan aplikasi ataupun komposisi beton yang tidak tepat.

Untuk memperbaiki beton keropos, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya melakukan suntik beton, grouting ataupun melakukan pengecoran ulang. Untuk lebih jelasnya, kita bahas satu persatu sesuai dengan kondisi beton keropos.

Keropos Parah
Keropos yang menghabiskan selimut beton, sehingga besi structure terlihat. Bahkan ada sampai hampir sebagian ketebalan beton. Dalam kondisi seperti ini, kerusakan  beton tergolong parah. 

Cara perbaikan dapat dilakukan dengan melakukan grouting. Pilih material yang berkualitas baik. 

Keropos Sedang Dan Ringan
Kedua jenis kerusakan beton ini tidak terlalu bahaya. Cukup diperbaiki dengan cara patching ataupun grouting sesuai dengan kebutuhan.

Tipe kerusakan beton tingkat ringan biasanya disebabkan kelalaian pekerja, misalnya tidak membersihkan sisa memotong kayu untuk bekisting, sampah makanan, minuman dan lain sebagainya.

BETON RAPUH

Beton rapuh merupakan jenis kerusakan beton yang sering ditemui. Biasanya pada bangunan yang sudah berumur. Namun bisa juga terjadi pada bangunan baru. Biasanya disebabkan kualitas beton yang rendah atau kesalahan penyuplai beton.

Jika menemukan beton lantai pabrik yang sudah rapuh, sebaiknya dilakukan penebalan lantai atau menggantinya dengan yang baru. Jika tingkat kerusakan hanya dipermukaan, bisa dengan melakukan penebalan saja. Banyak material beton instan atau semi epoxy yang bisa digunakan untuk memperbaiki jenis kerusakan beton seperti ini.

LANTAI BETON BERGELOMBANG

Sangat sering ditemukan kasus seperti ini. Lantai beton bergelombang, mungkin untuk area parkir tidak menjadi masalah besar. Namun akan jadi lain cerita jika terjadi pada lantai pergudangan, apalagi jika gudang tersebut menggunakan rak penyimpanan yang tinggi. Hal ini seperti ini sangat berpengaruh.

Biasanya, untuk lantai pergudangan sudah diperhitungkan saat dalam proses pembangunan agar mendapatkan lantai yang rata atau flat. Bisa menggunakan aplikator khusus yang berpengalaman dalam bidang ini.

Jika lantai sudah terlanjur bergelombang, solusinya tidak banyak pilihan. Melakukan tambal sulam atau melakukan pengecoran ulang atau penebalan lantai agar mendapatkan permukaan yang rata.

Sistem kerja tambal sulam adalah cara memperbaiki lantai beton yang bergelombang dengan cara melakukan pemapasan para area yang tinggi dan melakukan penambahan pada area yang terlalu rendah. Penambalan biasanya menggunakan material khusus, misalnya beton semi epoxy.

Sedangkan pemangkasan area beton yang tinggi dapat dilakukan dengan melakukan grinding. Proses ini cukup memakan waktu karena harus dilakukan dengan teliti dan tenaga kerja yang berpengalaman.

Semoga artikel tentang jenis kerusakan beton ini bermanfaat. Terima kasih sudah membaca.