Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Test Rendam Waterproofing Saat pekerjaan Pasang Lapisan anti bocor

Pentingnya Test Rendam Waterproofing Saat pekerjaan Pasang Lapisan anti bocor
Pentingnya Test Rendam Waterproofing Saat pekerjaan Pasang Lapisan anti bocor

Pekerjaan waterproofing memiliki beberapa tahap baru dapat dinyatakan selesai. Tahapan akhir dari pekerjaan waterproofing adalah test rendam. Jika tidak terdapat ada area yang bocor, maka pekerjaan ini sudah dianggap selesai. Proses selanjutnya adalah melakukan screed atau pemasangan pelindung waterproofing.

Tahapan ini berlaku hampir untuk semua jenis waterproofing, termasuk juga membrane bakar. Seperti pembahasan kita kali ini, yaitu bagaimana cara pengecekan test rendam waterproofing membrane bakar. 

Proses perendaman membrane bakar juga harus dilakukan dengan benar agar proses pengetesan ini berjalan dengan lancar.

Tahapan test rendam waterproofing membrane bakar

Saat ingin membuktikan bahwa pekerjaan membrane bakar telah dinyatakan selesai, maka dilakukan pengetesan kualitas pekerjaan dengan cara menggenangkan air diatas membrane bakar. Proses ini disebut test rendam.

Persiapan sebelum melakukan test rendam

Saat pekerjaan membrane sudah selesai, kita langsung lanjut untuk melakukan pengetesan. Apakah pekerjaan tersebut sudah selesai sesuai harapan atau masih ada yang harus diperbaiki. Test rendam adalah cara untuk mengetahui apakah pekerjaan waterproofing sudah selesai dengan baik atau belum.

Sebelum melakukan test rendam, lakukan persiapan terlebih dahulu agar berjalan dengan lancar. Persiapan yang harus dilakukan dapat dimulai dari melakukan pengecekan ulang kondisi membrane bakar yang telah dipasang. Apakah semua sudah bagus, tidak ada membrane yang rusak ataupun tidak merekat. Semua harus di cek dengan teliti untuk menghindari gagalnya test rendam. Kan sayang jika masih ada bagian yang bocor, jadi kerja dua kali.

Cek secara teliti di setiap bagian overlapping membrane. Pastikan semua bagian merekat dengan sempurna. Ada celah sekecil lubang jarum saja dapat menyebabkan masalah bocor di kemudian hari. Cek juga area sudut pertemuan lantai dan dinding, karena area ini paling sering menjadi penyebab masalah bocor. 

Setelah semua bagian sudah di cek, langkah selanjutnya adalah menutup atau membuat tanggulan di setiap fulldrain, saluran air dan arah tangga. Semua harus dibuatkan tanggulan untuk mencegah air terbuang saat melakukan test rendam.

Selanjutnya memeriksa ketersediaan air untuk test rendam. Jika semua sudah siap, lakukan test rendam sesegera mungkin.

Perhatikan Membrane yang sedang di rendam

Saat sedang mengisi air, sebaiknya perhatikan seluruh area yang mulai digenangi air. Jika ada membrane yang terlepas dari lantai beton, maka kemungkinan area tersebut yang menjadi penyebab masalah bocor. Beri tanda agar mudah untuk diperbaiki setelah test rendam selesai.

Cek di bagian lantai bawah membrane yang sedang di test

Setelah beberapa saat air terisi penuh menggenangi seluruh area membrane, sebaiknya cek dari lantai bawah area tersebut. Jika ada rembesan air yang menembus beton, cari tahu penyebabnya. Apakah dari area membrane atau sekedar air tumpahan. Jika dari area yang terpasang membrane, sebaiknya lakukan perbaikan pada area tersebut setelah selesai test rendam. 

Jika memungkinkan, ukur ketinggian air test rendam

Test rendam membrane bakar biasanya sampai dengan 5 cm. Ukur ketinggian airnya. Jika ke esok harinya berkurang sangat banyak, kemungkinan ada area yang mengalami kebocoran. Cek semua area untuk memastikannya.

Waktu test rendam

Test rendam waterproofing membrane bakar dilakukan selama 1 x 24 jam. Pastikan tidak ada pekerja yang mengambil air dari area yang sedang dilakukan perendaman. Pengawasan harus lebih diperhatikan karena sering terjadi pekerja memanfaatkan air tersebut.