Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waterproofing Basement | Jangan Sampai Salah Pilih Material

 

Waterproofing Basement

Waterproofing Basement. Setiap owner sebuah bangunan pasti menginginkan hasil yang terbaik untuk bangunannya. Bangunan bebas bocor merupakan syarat menjadi bangunan layak huni. Penggunaan waterproofing pada setiap area yang terhubung dengan air merupakan hal yang sangat penting.

Postingan kali ini. Tahapan ID membahas tentang waterproofing basement. Dengan adanya artikel ini, diharapkan bisa membantu agar bisa menentukan jenis waterproofing yang tepat, hemat dan bermanfaat.

Sebagai pemilik bangunan, tentu saja tidak ingin salah pilih material waterproofing yang dapat mengakibatkan masalah bocor.

Dari beberapa jenis waterproofing, Tahapan ID memberikan rekomendasi yang dapat dipilih untuk area basement.


Waterproofing Sambungan Beton Area Basement

Saat menjadi pekerja yang melakukan injeksi beton, area yang paling banyak ditemui masalah bocor adalah pada area sambungan beton. Selain sambungan, biasanya bocor juga terdapat pada area retak dan keropos.

Ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah bocor pada area basement. Pada area sambungan beton area basement, sebaiknya gunakan waterstop. Waterstop dipasang beberapa saat sebelum dilakukan pengecoran.

Waterstop yang terpasang pada sambungan inilah yang nantinya menjadi penghalang air meresap kedalam beton.

Ada 2 jenis waterstop yang dapat digunakan pada sambungan beton yaitu Waterstop PVC dan swalable waterstop. Mengenai penjelas lengkap tentang material ini, sudah dibahas pada postingan lainnya. Silahkan baca melalui artikel : Fungsi Waterstop


Integral Waterproofing Area Basement

Dinding dan lantai basement langsung terhubung dengan tanah dan air. Oleh sebab itulah, area ini membutuhkan waterproofing untuk mencegah dan mengurangi resiko bocor.

Jenis waterproofing yang baik untuk area basement adalah integral. Karena integral bukan waterproofing dalam bentuk lembaran, melainkan membentuk beton menjadi kedap air.

Material integral yang dicampurkan pada beton segar saat proses pengecoran mampu membentuk beton yang kedap air dan lebih kuat. Ada jenis material integral yang mampu mempengaruhi slump sehingga beton menjadi lebih encer sehingga mempermudah proses pengecoran.

Saat proses pengecoran, harus dilakukan vibrator atau pemadatan beton secara merata agar tidak ada beton yang keropos.

Beton yang sudah dicampur material integral akan menjadi kedap air. Dengan kondisi seperti ini memungkinkan beton menahan air agar tidak merembes ke bagian dalam basement.

Pada proses pengecoran dan persiapan lahan cor, dibutuhkan ketelitian semua team pekerja proyek. Area cor dan bekisting harus bersih dari kotoran. Pihak penyedia beton juga harus mampu menyediakan beton yang sesuai dengan syarat dilakukan pencampuran material integral.


Pasang Waterproofing Membrane Bakar Pada Dinding Basement

Karena tingginya resiko mengalami bocor, banyak pihak kontraktor ataupun owner gedung yang meminta double waterproofing pada area basement. Misalnya mengkombinasikan integral waterproofing dan membrane bakar.

Waterproofing membrane dipasang pada dinding atau lantai basement sisi luar untuk mencegah air masuk kedalam basement.

Jika membrane menjadi pilihan waterproofing untuk area basement, diperlukan pengawasan ketat setelah pemasangan membrane.

Jangan sampai membrane terluka atau robek saat dilakukan pengurukan. Usahakan tanah untuk pengurukan tidak terdapat batu atau material keras lainnya yang dapat merusak membrane.


Tips Menghindari Masalah bocor Pada Basement

Selain pemasangan waterproofing pada area basement, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko bocor. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan :

Tutup Lobang Tie rod
Tutup semua lobang tie rod yang terdapat pada dinding basement. Penutupan dapat menggunakan semen dengan campuran pengeras atau gunakan semen khusus grouting

Pastikan semua lobang tie rod ditutup rapat karena area ini sering kali menjadi sumber bocor.

Perbaiki area yang retak dan keropos
Pada saat melakukan pekerjaan injeksi, sangat sering ditemukan beton yang mengalami bocor disebabkan oleh beton yang keropos.

Cek semua beton saat membuka bekisting. Pastikan tidak ada yang keropos. Jika ada keropos, sebaiknya segera lakukan perbaikan.

Untuk tingkat keropos ringan yang belum sampai ke tulangan beton, perbaikan dapat dilakukan dengan metode patching.

Jika keropos sudah cukup parah, misalnya sampai ke dalam tulangan beton, lakukan perbaikan dengan metode grouting. Pastikan pembobokan area yang keropos sampai menemukan beton yang sehat.

Penambalan Setiap Sambungan Beton
Demi mendapatkan hasil yang lebih baik, sedikit repot tidak masalah. Daripada repot belakangan setelah beton mengalami masalah bocor.

Cek semua sambungan beton. Jika banyak area yang retak, sebaiknya lakukan penambalan dari sisi luar basement untuk menghalangi air yang akan meresap kedalam sambungan beton.

Walau sebelumnya sudah terpasang waterstop, akan lebih bagus menerapkan cara ini untuk memperkecil resiko beton bocor.

Semoga artikel tentang waterproofing basement ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan ke media sosial untuk menyebarkan informasi ini. Terima kasih sudah berkunjung ke Tahapan ID.

Posting Komentar untuk "Waterproofing Basement | Jangan Sampai Salah Pilih Material"