Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Injeksi Beton Dan Cara Penempatannya

Pada proyek konstruksi, sangat sering menemui kerusakan beton. Baik itu keropos, retak dan sebagainya sehingga menimbulkan masalah baru. Cara memperbaikinya sangat beragam sesuai dengan jenis kerusakan beton dan dampak yang ditimbulkan. Salah satu cara memperbaiki kerusakan beton adalah dengan menggunakan metode injeksi beton.

Nah kali ini kita akan membahasnya, untuk menambah pengetahuan dan juga dapat mencari solusi yang tepat jika menemukan kasus kerusakan beton. Baik itu yang mengakibatkan masalah bocor ataupun mengurangi kekuatan struktur bangunan.

Apa itu Injeksi Beton 

Sebagai perkenalan dengan jenis pekerjaan ini, ada baiknya kita mengetahui apa itu injeksi beton. Supaya kita bisa membedakan jenis pekerjaan ini. Soalnya hampir mirip dengan grouting. Dan fungsinya juga sama untuk memperbaiki kerusakan beton.

Secara umum, injeksi beton adalah proses pekerjaan memasukkan sejumlah material untuk mengisi celah kosong dalam beton. Tujuannya adalah untuk memperbaiki area beton yang rusak dengan cara menggantinya dengan material baru. Baik itu berupa semen atau jenis material lainnya.

Pekerjaan injeksi beton banyak dilakukan untuk mengatasi masalah bocor. Dan biasanya, kebocoran terjadi karena kondisi beton yang tidak sempurna atau mengalami kerusakan. Baik berupa retak, keropos, penyusutan dan lain sebagainya. Kerusakan beton ini dapat terjadi dengan berbagai penyebabnya. Kebetulan sudah saya buat pada artikel sebelumnya. Jika ingin membacanya, silahkan ikuti tautan yang saya sediakan.

Jenis Injeksi Beton

Secara umum, injeksi dibedakan menjadi 3 jenis. Perbedaannya disesuaikan dengan material yang digunakan. Cara aplikasinya berbeda sesuai dengan jenisnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini jenis injeksi beton yang saya maksud :

Injeksi Semen

jenis injeksi beton

Seperti namanya, metode ini menggunakan semen sebagai material utama. Sebagian besar dilakukan untuk memperbaiki kerusakan beton yang menimbulkan masalah bocor. Baik itu beton bocor karena keropos ataupun retak yang cukup besar.

Injeksi semen banyak dilakukan pada area basement, ruang penyimpanan air dan dinding. Dengan material yang sejenis dengan beton, diharapkan material ini mampu mengganti dan memperbaiki area beton yang rusak. Sekaligus mengatasi masalah bocor. 


Kekurangannya adalah proses pekerjaan yang memakan waktu cukup lama. Kita harus membobok dan membuang area beton yang rusak sampai menemukan sumber atau arah kebocoran agar dapat memasang nepel tepat mengarah ke sumber bocor.

Dan satu lagi, pekerjaan ini akan menimbulkan banyak sampah sisa beton. Area kerja akan terlihat berantakan karena banyak sisa beton bobokan. Selain itu, aliran air dari sumber bocor akan menambah area kerja terlihat berantakan.

Disisi lain, injeksi semen memiliki kelebihan karena materialnya berjenis sama dengan beton. sama-sama dari semen. Jadi sangat tepat jika mengunakan semen untuk memperbaiki area beton bocor karena keropos atau pada area sambungan beton.

Dan injeksi semen tidak direkomendasikan untuk memperbaiki area beton yang retaknya tidak terlalu besar. Karena material tidak akan masuk sampai kebagian dalam beton tersebut. Untuk area retak kecil, kita bisa menggunakan metode yang kedua.

Injeksi Epoxy

jenis injeksi beton

Injeksi epoxy adalah pekerjaan perbaikan beton dengan cara menyuntikkan cairan epoxy khusus untuk jenis pekerjaan ini. Berbeda dengan injeksi semen, pekerjaan ini tidak memerlukan pembobokan beton karena kita menggunakan nepel injeksi epoxy khusus. 

Dan nepel tersebut dapat kita rekatkan langsung pada area yang dikerjakan menggunakan lem epoxy. Bagi yang belum mengetahui tentang nepel injeksi epoxy, saya sudah membuatkan postingannya. Silahkan baca disini.

Injeksi epoxy digunakan untuk memperbaiki area beton yang retak struktur. Dengan tingkat keretakan tidak terlalu besar. Retakan berkisar antara 3 mm sampai dengan 6 mm. Jika terlalu besar bisa menggunakan injeksi semen.

Pekerjaan injeksi epoxy sangat banyak dikerjakan pada proyek jalan tol, jembatan, lantai pabrik dan juga apartemen. Disesuaikan dengan jenis kerusakan betonnya. 

Saya juga sudah membahas jenis material injeksi epoxy secara terpisah. Silahkan baca melalui artikel berikut : Material Injeksi Beton Terbaik

Injeksi Polyurethane

nepel injeksi Polyurethane

Namanya juga injeksi PU, tentu saja kita menggunakan polyurethane untuk melakukan pekerjaan ini. Sama dengan injeksi epoxy, kita tidak perlu melakukan pembobokan untuk melakukan pekerjaan ini. Bedanya, kalau injeksi epoxy menggunakan lem epoxy untuk merekatkan nepelnya.

Kalau injeksi Polyurethane menggunakan bor untuk membuat lobang tempat pemasangan nepel. Dan nepelnya tidak memerlukan lem untuk merekatkannya. Nepel ini dilengkapi karet khusus yang berfungsi sebagai pengikat nepel sehingga bisa merekat kuat dalam lobang beton.

Cukup dengan mengencangkan baut nepel, maka nepe akan terikat kuat. Sehingga kita bisa langsung dapat melakukan penyuntikan material untuk mengatasi masalah beton bocor.

Karena nepel yang tidak menggunakan bahan perekat, pekerjaan injeksi polyurethane dapat dikerjakan dengan cepat. Sangat cocok untuk proyek yang membutuhkan penanganan masalah bocor secepat mungkin.

Penempatan Injeksi Beton

Pada poin sebelumnya kita sudah membahas jenis injeksi beton yang sering digunakan pada proyek konstruksi. Selanjutnya Tahapan ID akan menjelaskan cara menentukan jenis injeksi yang tepat sesuai dengan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan. 

Karena ini sangat penting, jika salah menentukannya dapat menyebabkan hasil yang kurang maksimal.

Beton Retak Struktur

Pada proyek konstruksi baik itu jalan ataupun gedung bertingkat  sering mengalami kerusakan beton berupa retak. Untuk jenis retak rambut, mungkin tidak terlalu berbahaya karena retaknya hanya dipermukaan saja.

Berbeda dengan retak struktur, jenis kerusakan seperti ini sangat berbahaya karena mengurangi kekuatan struktur bangunan. Bukan itu saja, jika retak struktur terjadi pada area yang terhubung dengan air, maka akan menimbulkan masalah baru yaitu beton menjadi bocor. Jika sudah seperti ini, akan memperburuk kondisi bangunan.

Retak struktur mungkin akan bertambah luas jika tidak segera diperbaiki. Untuk cara memperbaikinya bisa menggunakan injeksi epoxy. Dengan jenis material dengan partikel yang kecil memungkinkan material injeksi masuk kedalam retakan yang sangat kecil.

Kekuatan material injeksi epoxy mampu menjadi perekat yang baik antara kedua beton yang terpisah sekaligus mengisi celah beton yang kosong karena retak. Oleh sebab itulah, sebaiknya beton retak struktur diperbaiki dengan metode injeksi epoxy.

Artikel yang membahas tentang injeksi Epoxy lebih lengkap dapat dibaca melalui postingan ini : 

Beton keropos dan Bocor

Saya sangat sering menemukan kerusakan beton yang keropos dan bocor. Terutama pada area basement dan ruang penampungan air seperti GWT dan STP. Karena terhubung langsung dengan sumber air, beton yang keropos akan mengalami masalah bocor.

Untuk memperbaiki kerusakan seperti ini, saya lebih merekomendasikan melakukan perbaikan dengan metode injeksi semen. Dengan bahan dasar material yang senyawa dengan beton, injeksi semen sangat baik untuk mengisi rongga-rongga kosong beton yang keropos.

Saat melakukan pekerjaan injeksi semen, sebaiknya dilakukan pembuangan area beton yang keropos sampai menemukan beton yang benar-benar sehat untuk mencegah perpindahan jalur air yang mengalir dalam beton.

Postingan tentang Injeksi Semen : 

Beton yang Lembab

Berbeda dengan kondisi beton yang retak atau keropos, beton lembab biasanya tidak kelihatan area yang menjadi penyebab masalah bocornya. Kalau beton yang keropos atau retaknya kelihatan, maka kita dengan mudah melakukan penyuntikan.

Kalau beton yang hanya lembab tanpa kelihatan air yang mengalir, tentu saja akan mempersulit pekerja injeksi untuk menentukan tempat pemasangan titik injeksi biar tepat berada pada sumber bocor.

Karena kondisi seperti ini, saya lebih menyarankan menggunakan metode injeksi Polyurethane. Karena jenis injeksi ini bisa dilakukan dengan cepat dan pembuatan titik injeksi menggunakan bor. Sehingga memungkinkan pemasangan nepel injeksi dengan cepat dengan kedalaman yang bisa disesuaikan.

Selain itu, material injeksi PU bisa mengembang sampai 1000 persen. Sehingga saat material sedang mengembang akan mencari celah yang lemah. Material akan mengikuti jalur kebocoran sehingga memungkinkan akan dengan cepat mengisi setiap bagian beton yang kosong sebagai penyebab masalah bocor.

Sambungan Beton Yang Mengalami Masalah Bocor

Area yang paling rentan mengalami masalah bocor adalah bagian setiap sambungan beton yang terhubung dengan tanah maupun air. Biasanya area atap dak ataupun basement sangat banyak menemui kasus seperti ini. Beton mengalami masalah bocor pada setiap sambungan beton.

Untuk perbaikan bocor pada sambungan beton, kita bisa menggunakan injeksi semen ataupun Polyurethane. Jika membutuhkan kecepatan, sebaiknya gunakan injeksi PU. Jika menginginkan hasil yang lebih kuat dan tahan lama bisa menggunakan injeksi semen. Cuma waktu pekerjaan akan menjadi lama jika menggunakan metode injeksi semen.

Untuk mencegah masalah bocor pada setiap sambungan beton, sebaiknya memasang waterstop saat proses pengerjaan. Waterstop inilah yang akan mencegah masalah bocor pada setiap sambungan beton.

Area Instalasi Pipa

Pada instalasi pipa terutama area toilet, kolam renang dan atap dak sangat sering mengalami masalah bocor. Kita bisa menggunakan injeksi semen ataupun injeksi PU untuk memperbaiki jenis kerusakan beton pada area sekitar pipa instalasi.

Untuk mencegah masalah bocor pada area sekitar pipa, sebaiknya pasang waterproofing yang lebih kuat atau lebih tebal. Jika menggunakan waterproofing coating, sebaiknya gunakan material tambahan seperti kain kasa atau serat fiber. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan yang lebih maksimal untuk area ini.

Saya rasa cukup sampai disini saja dulu postingan tentang injeksi beton ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk tinggalkan komentar untuk melengkapi isi artikel ini. Terima kasih sudah mengunjungi Tahapan ID